MENU

Senin, 05 Maret 2012

Haji Alhamdulillah


Di kampung tempat kang Asmu berada ada seorang pak Haji bernama Loman yang dijuluki haji Alhamdulillah oleh penduduk kampung. Memang rada aneh jika mendengarnya akan tetapi cobalah sesekali mengunjunginya pasti akan terjawab keheranan yang melanda.
Ijong, seorang sahabat kang Asmu yang penasaran sudah lama berniat mengunjunginya. Kebetulan rumah haji Alhamdulillah ini tidak seberapa jauh dari tempat kang Asmu. Apa yang membuat pak Loman ini dijuluki haji Alhamdulillah itu tidak lepas dari sifat ramah tamah serta sangat menghormati setiap tamu yang kerumahnya. Bahkan salah satu yang paling menarik adalah motto barangsiapa yang bertamu maka tidak boleh pulang sebelum mendapatkan jamuan makan atau minum. Alhasil, apabila ada tamu 20 orang maka semuanya akan mendapatkan jamuan makan dan minum. Kebiasaan ini memang sudah terjadi saat pertama kali bermukim dikampung tempat kang Asmu ini.

" Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya memuliakan tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tamunya " hadis riwayat Bukhari Muslim inilah yang menjadi awalnya kisah perbuatan pak Loman. Pak Loman mendengar itu dari penjelasan Kyai Tajuwid yang jadi pengasuh pesantren Attaqwa dulu saat pengajian.
Tiga hal yang menonjol dari Haji Alhamdulillah ini yakni mencintai orang lain, kedermawanan dan kearifan.

Pak Loman memang seorang petani biasa dan tidak kaya. Itulah hal yang menjadi poin penting ditengah jaman yang saat ini semua mendewakan materi, individualistik, kerakusan dan perasaan mencintai sesama. Tidak pandang bulu dalam menjamu tamu, bahkan Dani adiknya Ujang yang terkenal nakal pun kerap berada ditempat Pak Loman dan dengan ramah tetap dijamu sambil terus dinasehati.

Mencintai orang lain, ikhlas, mendahulukan kepentingan orang lain merupakan hal yang sangat langka dizaman sekarang. Keikhlasan inilah yang menjadikan semua orang yang keluar dari rumah pak Loman mengucapkan Alhamdulillah karena bertemu dengan beliau, atau Alhamdulillah karena diperlakukan dengan baik atau bahkan Alhamdulillah karena makanannya. Ijong yang mendengar itu jadi paham dan keesokan harinya dia bertemu lagi dengan kang Asmu.
" Seneng aku As.." katanya
" Kenapa Jong?"
" Aku tadi baru dari tempat pak Alhamdulillah"
" Pantesan..."
Ijong kaget  " Pantesan kenapa?"
" Itu bekas nasinya masih nyangkut.." tunjuk kang Asmu, Ijong tertawa dan mengusap pipinya.

Tidak ada komentar: